Sekolah SMA Negeri 1 Sukawati

Pengaruh Pola Asuh Otoritatif, Peer Education, dan Media Internet Terhadap Pencegahan Penyakit Menular Seks (PMS) (Study Kasus di SMAN 1 Sukawati)

Pengaruh Pola Asuh Otoritatif, Peer Education, dan Media Internet Terhadap Pencegahan Penyakit Menular Seks Masa remaja merupakan masa penuh konflik, karena masa ini adalah periode perubahan tubuh, pola perilaku dan peran yang diharapkan oleh kelompok sosial, serta merupakan masa pencarian identitas untuk mengangkat diri sendiri sebagai individu. Perubahan-perubahan tersebut bagi remaja sering menimbulkan masalah yaitu perilaku yang menyimpang. Perilaku menyimpang adalah sifat-sifat yang dimilki oleh seseorang yang melanggar norma dan nilai yang ada. Penyimpangan pada remaja dapat berupa penyimpangan perilaku, penyimpangan sosial dan penyimpangan kesehatan  reproduksi. Kesehatan reproduksi  (kespro) adalah keadaan sejahtera fisik mental dan sosial yang utuh dalam segala hal yang berkaitan dengan fungsi, peran dan sistem reproduksi. Kesehatan reproduksi pada remaja merupakan keadaan sejahtera fisik dan psikis seorang remaja, termasuk dalam keadaan terbebas dari kehamilan yang tidak dikehendaki, aborsi yang tidak aman, penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV/AIDS, sifilis serta semua bentuk kekerasan dan pemaksaan seksual pada remaja.

Berdasarkan penelitian  YKB di 12 kota besar di Indonesia pada tahun 1992 menunjukkan pelaku seks pranikah 10-31%. Hasil penelitian Komisi Nasional Perlindungan Anak (KPA) di 33 provinsi pada tahun 2008 menunjukkan bahwa pelaku seks pranikah bertambah jumlahnya menjadi 62,7% atau 26,23%  juta remaja. Jumlah angka aborsi sebagai akibat seks pranikah pun meningkat tajam. Jika tahun 2002 ada 3 juta aborsi, maka survey KPA pada tahun 2008 menunjukkan angka 7 juta. Merebaknya seks bebas juga menyebabkan banyaknya penyakit menular seksual termasuk HIV/AIDS. Diperkirakan 10-20 juta jiwa penduduk Indonesia rawan tertular HIV. Sebanyak 81,87 % penderita  AIDS  tersebut adalah remaja. Dengan banyaknya remaja indonesia yang mengalami penyakit menular seksual (PMS) dapat  memberikan dampak yang buruk terhadap remaja itu sendiri baik tekanan psikis, mental dan spritual yang tidak baik. Padahal remaja adalah penyangga bangsa atau istilahnya merupakan  tulang punggung bangsa dan negara yang akan meneruskan amanat mempertahankan negara untuk masa depan.

Pada umumnya remaja yang ideal adalah remaja yang memiliki karakter yang baik, berprestasi, sehat jasmani dan rohani. Adapun langkah-langkah untuk mengantisipasi adanya penyimpangan penyebaran penyakit menular seksual agar dapat menjadikan seorang remaja yang ideal sesuai dengan harapan bangsa adalah memberikan pemahaman dan informasi  yang tepat kepada remaja tentang sexs sehingga remaja dapat terhindar dari penyakit menular seksual.

Penyimpangan pada kesehatan reproduksi khususnya sexs  tersebut disebabkankan oleh beberapa faktor, seperti (1) peran pemerintah yang tidak maksimal dalam perkembangan dunia sistem koumukasi seperti kurang ketatnya pengawasan terhadap tersebarnya situs-situs porno sehingga memudahkan remaja untuk mengakses situs-situs porno yang dapat berdampak buruk terhadap perkembangan dan pemahaman remaja sehingga sering terjadi perilaku menyimpang, selain itu sisi positif adanya media internet terhadap Internet selain sebagai komunikasi, internet juga berfungsi sebagai perantara remaja untuk belajar memahami berbagai hal salah satunya pendidikan seks yaitu  media untuk mencari informasi atau data, perkembangan pemahaman seks, menjadikan internet sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga remaja tahu apa saja yang terjadi;  (2) peran masyarakat yang kurang memediasi perkembangan karakter dan perilaku positif  bagi remaja seorang remaja. Di dalam ruang lingkup masyarakat yang positif  maka remaja akan mendapatkan pendidikan yang baik  salah satunya pendidikan tentang seks. Dengan interaksi dan komunikasi diantara remaja yang masih tertutup, jika tidak adanya interaksi dan komunikasi antar remaja maka dari itu seorang remaja akan diberikan pemahaman-pemahaman  tentang sexs oleh teman sebaya (tutor sebaya/peer education) seperti sharing dan curhat dan dibantu oleh fasilitator (guru); (3) peran orang tua sebagai seorang pemimpin di rumah tangga  yang tidak dapat menjalankan proses pengasuhan anak secara benar. Orang tua sebagai penggerak sistem keluarga merupakan  salah satu faktor memberikan pemahaman pendidikan sexs terhadap anak. Keluarga memiliki fungsi sebagai komponen pendidikan dalam menunjang pendidikan sexs, yakni memberikan pemahaman yang baik kepada remaja agar tidak berprilaku menyimpang. Pengaruh tersebut harus dapat diwujudkan melalui penerapan pola asuh anak, khususnya orang tua terbuka mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan sexsual, sehingga anak tidak keliru dalam memahami masalah sexs. Sebagai orang tua seharusnya memahami bagaimana perkembangan psikologi anaknya, sehingga dapat memilah-milah model pola asuh yang dapat menunjang kepribadian remaja. Dengan memahami karakteristik remaja dan pola asuh yang benar, maka akan memberikan pengaruh yang positif terhadap perkembangan perilaku anak sehingga dapat memperbaiki perilaku yang menyimpang seperti kenakalan remaja.

Salah satu pola asuh yang tepat untuk diterapkan dalam keluarga yaitu pola asuh otoritatif yaitu pola asuh dimana orang tua memberikan  kebebasan pada anak untuk berkreasi dan mengeksplorasi berbagai hal sesuai dengan kemampuan anak dengan sensor atau batasan dan pengawasan yang baik dari orang tua, orang tua terbuka dengan anak sehingga adanya komunikasi yang aktif antara anak dengan orang tua. Pola asuh ini adalah pola asuh yang cocok dan baik untuk diterapkan para  orang tua kepada anak-anaknya. Anak yang diasuh dengan tehnik asuhan otoritatif akan hidup ceria, menyenangkan, kreatif, cerdas, percaya diri, terbuka pada orang tua, menghargai dan menghormati orang tua, tidak mudah stress dan depresi, berprestasi baik, disukai lingkungan dan masyarakat. Sehingga adanya penerapan pola asuh otoritatif di lingkungan keluarga, maka anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik, hal ini juga akan mempengaruhi perilaku remaja agar tidak menyimpang, di pola asuh otoritatif ini salah satunya anak dengan orang tua terbuka dalam berbagai hal salah satunya  masalah sexsual, sehingga di pola asuh ini anak diberikan pendidikan dan pemahaman yang aktif tentang sexsual, disamping pendidikan di sekolah yaitu peer education, maupun pendidikan lewat media seperti televisi, media cetak, dan internet yang dapat  menambah pengetahuan remaja untuk berfikir kritis agar tidak berperilaku menyimpang seperti penyimpangan sexsual yang akan menyebabkan berbagai penyakit sexsual.

Dengan demikian ada tiga faktor yang perlu dikembangkan untuk memediasi perkembangan perilaku yang positif bagi remaja yaitu  pola asuh otoritatif, peer education dan media internet, apabila ketiga faktor tersebut dapat  dioptimalkan untuk memberikan pemahaman-pemahaman bagi remaja tentang pentingnya pendidikan sexs maka dapat membentuk remaja yang ideal sesuai dengan harapan bangsa.

 Berdasarkan pemaparan diatas, penulis melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Pola Asuh Otoritatif, Peer Education, dan Media Internet Terhadap Pencegahan Penyakit Menular Seks (PMS) (Study Kasus di SMAN 1 Sukawati)”. Alasan memilih pola asuh yang otoritatif,  karena pola asuh tersebut memiliki keunggulan dibandingkan dengan  pola asuh permisif, pola asuh otoriter, pola asuh demokratis. Peer education karena remaja pada umunya  sangat terbuka dengan teman sebaya dan guru sebagai fasilitator. Media internet karena media yang memiliki ruang lingkup pendidikan yang luas tentang berbagai informasi seperti kesehatan reproduksi (KESPRO).

Artikel Lengkap dapat anda unduh disini.

2013-05-01 13:56:12
(Adm)

infoPengumuman

[30-06-2017]
Bagi calon siswa yang sudah mendaftar ulang dimohon kehadiran orang tua / walinya untuk rapat koordinasi pada hari Rabu 5 Juli 2017 Jam 15.00 Wita, di Gor SMA Negeri 1 Sukawati, acara Rapat Koordinasi Persiapan masuk Tess Peminatan dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

[17-06-2017]
Informasi jadwal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Negeri Sukawati 2017-2018 diklik disini

[17-06-2017]
Pedoman Umum Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2017/2018 Klik DISINI

cuacaCuaca

info terbaruYang Terbaru

Berkas Kelengkapan PPDB 2017 2018. 01/07/2017

PPDB Jalur Reguler Tahun Pelajaran 2017-2018. 18/06/2017

PPDB Jalur Miskin Inklusi Kesetaraan Tahun Pelajaran 2017-2018. 17/06/2017

PPDB Jalur Prestasi Tahun Pelajaran 2017-2018. 17/06/2017

PPDB Jalur Lingkungan Lokal Tahun Pelajaran 2017-2018. 17/06/2017

Petunjuk Teknis Pelaksnaan Penerimaan Peserta Didik Baru On Line. 17/06/2017


social networkSuksma Social Network